Posted in Kesehatan

Rokok : Jumlah Perokok di Indonesia, Bahaya Merokok, Alasan Kenapa Kamu Susah berhenti Merokok, dan Tips Berhenti Merokok

Merokok sudah jadi salah satu kebiasaan umum orang di Indonesia, terutama kaum pria. Kita dapat menemukan banyak sekali perokok aktif di Indonesia. Tingginya konsumsi rokok ini membawa permasalahan sendiri karena dapat menurunkan kualitas kesehatan para consumernya dan juga orang-orang di sekitarnya.

Nah, di pembahasan kali ini. Kita akan membahas tentang bahaya merokok beserta dengan tips untuk berhenti merokok yang mungkin bisa kamu jadikan sebagai salah satu referensi!

Berapa Jumlah Perokok di Indonesia?

Berdasarkan Laporan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai atau DJBC Kementerian Keuangan, jumlah konsumsi rokok masyarakat Indonesia mencapai sekitar 322 miliar batang per tahun 2020. Jumlah ini tentu saja sangat besar. Namun, jumlah tersebut sendiri sudah mengalami penurunan sebanyak 9,7% dibandingkan tahun lalu yang jumlah konsumsinya mencapai 356,5 miliar batang.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik atau BPS, penduduk yang yang berumur 5 tahun ke atas yang merokok sendiri persentasenya mencapai 23,21% pada tahun 2020.

Apa Saja Bahaya Merokok?

Ada segudang bahaya dibalik nikmatnya rokok bagi kesehatan tubuh. Bahaya rokok bagi kesehatan ini sudah tak perlu diragukan lagi. Sejumlah riset bahkan sudah membuktikan bahwa rokok dapat memicu berbagai penyakit berbahaya pada tubuh.

Bukan hanya membahayakan si perokok itu sendiri (perokok aktif), rokok juga membahayakan orang lain yang terapar asapnya (perokok pasif). Tiap batang rokok yang kamu hisap akan meningkatkan berbagai resiko penyakit kronis, utamanya penyakit yang berhubungan dengan sistem pernapasan manusia. Bahkan, di Indonesia sendiri diperkirakan ada sekitar 230 ribu orang yang meninggal setiap tahunnya akibat kebiasaan merokok ini.

Bahan yang Berbahaya pada Rokok

Bahaya Merokok – Bahaya rokok ini sendiri tentunya tak lepas dari berbagai kandungan bahan kimia yang terkandung di dalamnya. Diperkirakan ada sekitar 7000 lebih bahan kimia yang terdapat dalam rokok. Bahkan, 70 diantaranya diklaim dapat menyebabkan kanker. Nah, inilah beberapa bahan kimia tersebut :

  • Nikotin : Merupakan zat stimulan yang mampu memperbaiki suasana hati dan meningkatkan daya ingat dan konsentrasi penggunanya. Meskipun begitu, nikotin ini memiliki efek adiksi dan membuat kecanduan. Jika seseorang berhenti merokok, maka akan ada gejala putus nikotin yang membuatnya merasa lebih cemas, gelisah, pusing, sulit tidur, kelelahan, cepat marah, dan berbagai gejala lainnya.
  • Karbon Monoksida : Zat yang juga kerap ditemukan pada asap knalpot mobil. Dapat menghalangi suplai oksigen ke seluruh bagian tubuh, memaksa jantung bekerja lebih keras, dan mengganggu kerja organ pernapasan.
  • Tar : Tar dapat mempersempit saluran udara kecil yang ada dalam paru-paru, tepatnya bagian bronkiolus yang berfungsi untuk menyerap oksigen. Tar juga mengandung bahan kimia yang bersifat karsinogen yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker dalam tubuh.
  • Benzena : Kandungan yang juga bisa kamu temukan dalam pestisida dan bensin. Paparan benzena yang terkandung dalam rokok juga dapat meningkatkan resiko leukimia atau kelainan pada darah.

Bahaya Merokok Bagi Kesehatan

Menyebabkan Gangguan Kardiovaskular

Orang yang sering terkena paparan rokok (baik perokok aktif ataupun pasif) berisiko lebih terkena gangguan kardiovaskular. Contohnya saja, penyakit jantung dan stroke. Resiko ini semakin meningkat, terlebih pada perokok yang jarang olahraga, tidak menerapkan pola hidup dan makan yang sehat dan juga sering mengalami stress berlebih.

Kerusakan Otak

Rokok juga dapat mengganggu perkembangan dan fungsi otak, entah itu anak-anak, pada remaja, ataupun pada orang dewasa. Rokok juga dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit pada otak. Contoh penyakit tersebut adalah stroke, demensia, atau aneurisma otak.

Penyakit mulut dan tenggorokan

Selain berbahaya bagi organ dalam. Nyatanya, rokok juga sangat berbahaya bagi mulut dan tenggorokan seseorang. Bahaya merokok ini sangat besar. Dapat menyebabkan bau mulut, gigi kuning dan bernoda, serta penyakit gusi. Selain itu, rokok juga dapat menimbulkan masalah serius seperti kanker bibir atau kanker lidah, kanker laring, kanker nasofaring, dan lain sebagainya.

Penyakit Paru-Paru

Sudah jadi rahasia umum, kalau rokok dapat menyebabkan penyakit paru-paru. Salah satu resiko terbesarnya adalah menimbulkan kanker paru-paru. Selain itu, pada organ pernafasan kita satu ini, rokok juga menimbulkan penyakit lain seperti emfisema, bronkitis, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dan lain sebagainya.

Penyakit Lambung

Rokok dapat melemahkan otot yang mengontrol bagian bawah kerongkongan kita. Hal ini membuat asam lambung bisa naik ke kerongkongan, alhasil terjadinya GERD atau penyakit asam lambung. Selain GERD, rokok juga menyebabkan tukak lambung dan juga penyakit kanker lambung.

Tulang Keropos dan Tulang Rapuh

Selain pada organ dalam, bahaya merokok juga mengancam kesehatan tulang kita. Para perokok memiliki resiko lebih terkena penyakit osteoporosis.

Penuaan Dini

Bahaya merokok selanjutnya adalah dapat merusak kulit dan menyebabkan penuaan dini. Beberapa tanda penuaan dini yang dialami oleh perokok aktif sendiri adalah munculnya kerutan di area sekitar mata dan mulut. Hal ini disebabkan karena kurangnya asupan oksigen para para perokok sehingga orang yang merokok akan terlihat lebih tua dibandingkan orang yang tidak merokok.

Menimbulkan Permasalahan pada Organ Reproduksi

Rokok juga dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada organ reproduksi manusia. Para perokok akan mengalami masalah kesuburan. Pada pria, bahaya merokok untuk organ reproduksi adalah menyebabkan ereksi dan mengurangi produksi sperma.

Pada wanita, merokok juga dapat mengurangi tingkat kesuburan dan meningkatkan potensi terkenanya kanker serviks.

Gangguan Psikologis

Selain menyebabkan gangguan kesehatan fisik, bahaya merokok sendiri juga dapat mengenai aspek psikologis seseorang. Para perokok akan lebih mudah mengalami gangguan cemas, susah tidur, dan depresi. Rokok berpotensi menurunkan kualitas hidup seseorang.

Kenapa Para Perokok Sulit Menghentikan Kebiasaan Merokok?

Ketika seseorang telah kecanduan rokok, nikotin yang terkandung didalam rokok akan merangsang otak untuk melepaskan dopamine. Dopamine sendiri adalah zat yang merangsang rasa nyaman.

Ketika seorang pecandu rokok menghentikan kebiasaan merokoknya, maka akan muncul gejala putus dopamine. Hal ini akan menimbulkan perasaan tidak nyaman, mudah marah, dan sulit untuk konsentrasi.

Untuk mempertahankan rasa nyaman yang telah didapatkan. Mulailah timbul dorongan untuk merokok kembali. Inilah proses kecanduan, akibatnya seorang pecandu rokok akan sulit menghentikan kebiasaannya ini.

Tips Agar Bisa Berhenti Merokok

Ada 2 cara yang bisa kamu lakukan untuk berhenti merokok. Pertama adalah berhenti seketika. Langsung hentikan konsumsi rokokmu sekarang juga. Cara ini, bagi sebagian besar orang berhasil. Namun, sebagian lagi tidak berhasil terlebih untuk para perokok berat yang tidak bisa menghentikan kebiasaan merokoknya.

Kedua, adalah bertahap. Kurangi jumlah rokok yang kamu konsumsi secara bertahap atau berangsur-angsur.

Beberapa tips yang bisa kamu lakukan agar bisa menghentikan kebiasaan merokok :

  • Motivasi dan komitmen. Bulatkan tekad untuk berhenti merokok.
  • Berhenti merokok secara total atau bertahap. Pilih salah satu yang paling sesuai dengan kondisimu.
  • Kenali waktu dan situasi dimana kamu sering merokok, jadi kamu bisa menghindarinya.
  • Tahan dan tunda keinginan merokok.
  • Olahraga ruin.
  • Minta dukungan orang terdekatmu.
  • Konsultasi pada ahlinya (dokter atau tenaga kesehatan lainnya).