Penyakit GERD : Pengertian, Gejala, Diagnosis, Penyebab, Pengobatan, dan Tips Mencegahnya

Kamu mungkin sudah tidak asing lagi dengan penyakit satu ini. Penyakit tersebut adalah GERD atau asam lambung. Asam lambung sendiri merupakan salah satu penyakit yang sangat umum, dengan lebih dari 2 juta kasus per tahunnya di Indonesia. Nah, kali ini kita akan membahas beberapa hal mengenai penyakit asam lambung. Termasuk gejala, penyebab, hingga cara mengatasinya. Yuk simak pembahasannya pada ulasan di bawah ini!

Pengertian asam lambung

Asam lambung atau penyakit GERD (gastroesophageal reflux disease)  adalah salah satu penyakit yang menyerang sistem pencernaan seseorang.  Penyakit GERD  sendiri kerap digunakan untuk menggambarkan suatu simptom atau perubahan mukosa yang diakibatkan karena adanya gangguan dalam sistem saluran pencernaan,  dimana asam lambung dan isi perut (lambung) akan mengalir kembali atau naik ke kerongkongan.  Aliran balik ini akan menyebabkan sensasi perih,  panas,  dan terbakar di dada.  Meskipun asam lambung sendiri termasuk dalam jenis penyakit yang sangat umum.  Namun, jika dibiarkan. Lama-kelamaan penyakit ini akan jadi semakin parah (kronis)  dan pada akhirnya dapat mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya.

Gejala penyakit asam lambung

Apakah kamu kerap mengalami sensasi perih atau terbakar di dada?  Kalau iya, kamu mungkin menderita penyakit GERD ini. Berikut ini ada beberapa gejala yang kerap dirasakan oleh para penderita asam lambung :

  • Perasaan seperti ada benjolan di tenggorokan atau sering kesulitan menelan.
  • Mual dan muntah.
  • Sakit tenggorokan.
  • Bau mulut dan suara serak.
  • Gangguan pernafasan seperti sesak nafas ataupun batuk.
  • Rasa pahit di mulut.
  • Regurgitasi atau kondisi dimana makanan yang sudah ada di kerongkongan kembali lagi ke mulut.
  • Kerusakan pada gigi atau timbulnya karies pada gigi yang diakibatkan oleh naiknya asam lambung.
  • Perasaan nyeri,  panas,  atau rasa terbakar di dada.  Sensasi terbakar di dada ini bisa bertahan hingga 2 jam lamanya.  Gejalanya akan semakin berat setelah makan atau berbaring.
  • Nyeri ulu hati.

Nah, itulah beberapa  gejala yang umum dialami oleh para penderita penyakit GERD ini.  Jika kamu memiliki gejala-gejala tersebut,  akan lebih baik kalau kamu segera memeriksakannya ke dokter.  Jangan menunggu sampai penyakit asam lambung yang kamu derita semakin parah.  Asam lambung kronis dapat menyebabkan timbulnya jaringan parut di lambung dan bahkan dapat menyebabkan kematian.

Diagnosis penyakit asam lambung

Untuk mengetahui apakah kamu menderita penyakit asam lambung atau tidak, kamu tidak boleh mengira-iranya saja (mendiagnosis dirimu sendiri). Kamu harus mengunjungi dokter untuk melakukan beberapa pemeriksaan untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.  Nah ini dia beberapa cara yang dilakukan tenaga medis untuk mendiagnosis adanya penyakit GERD ini :

Endoskopi

Cara diagnosis penyakit GERD yang pertama adalah melakukan endoskopi.  Endoskopi sendiri dilakukan dengan menggunakan kamera yang dapat memantau keadaan langsung kerongkongan dan lambungmu.  Melalui pemeriksaan endoskopi ini, ahli medis dapat mengetahui apakah ada luka atau tukak lambung atau tidak.

Radiologi barium meal

Dalam pemeriksaan ini kamu akan diminta untuk meminum cairan barium sebelum dilakukan proses radiologi.  Diagnosis penyakit GERD ini lakukan dengan tujuan untuk melihat keadaan selaput lendir esofagus dan lambung.

Pemeriksaan jumlah asam lambung (ambulatory acid (ph) test)

Tujuan dari PH tes ini adalah untuk menilai jumlah asam lambung yang ada di perutmu selama 24 jam. Melalui cara ini, tenaga medis akan mengetahui seberapa sering asam lambungmu kambuh dan berapa lama proses naiknya asam lambung tersebut.

Esophageal Manometry 

Cara diagnosis selanjutnya untuk penyakit GERD adalah dengan melakukan Esophageal Manometry.  Prosedur ini dilakukan untuk melihat bagaimana ritme otot esofagus akan bereaksi ketika kamu menelan. Pemeriksaan ini juga bertujuan untuk melihat kesinambungan kontraksi otot-otot esofagusmu.

Itulah beberapa cara yang dilakukan oleh para tenaga medis untuk memeriksa kondisi lambungmu dan menentukan apakah kamu sebenarnya menderita asam lambung atau tidak. Cara diatas juga dapat digunakan untuk menilai kondisi atau tingkat keparahan penyakit GERD yang kamu alami.

Penyebab Penyakit GERD atau Asam Lambung

Kita telah membahas beberapa poin mengenai penyakit ini. Mulai dari pengertian, gejala dan diagnosisnya.  Lalu sebenarnya apa saja faktor yang dapat menyebabkan penyakit asam lambung?  Nah, berikut ini pembahasannya!

Secara umum penyakit asam lambung ini dapat diakibatkan karena melemahnya otot-otot pembatas antara kerongkongan dan lambung (otot sfingter esofagus).  Hal ini akan menyebabkan refluks atau naiknya asam lambung ke saluran kerongkongan. Paparan cairan asam lambung yang berulang-ulang pada akhirnya juga akan mengakibatkan iritasi pada lapisan kerongkongan.

Selain itu asam lambung juga dapat disebabkan oleh beberapa hal.  Seperti stress/depresi atau cemas yang berlebihan,  pola makan yang salah (terlambat makan atau sering melewatkan makan),  adanya luka di lambung,  konsumsi makanan yang memicu penyakit asam lambung (seperti makanan yang terlalu pedas, kecut/asam,  alkohol, atau minuman berkafein tinggi),  dan lain sebagainya.

Pengobatan Penyakit Asam Lambung

Dokter biasanya akan menyarankan beberapa jenis terapi pengobatan untuk para penderita asam lambung ini. Contohnya saja, dengan memberikan obat-obatan khusus untuk mengobati asam lambung. Seperti obat omeprazole, lansoprazole, pantoprazole, dan domperidone. Semua obat tersebut harus diminum sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh doktermu ya.

Namun, apabila pengobatan konvensional menggunakan obat-obatan tersebut dirasa tidak memberikan hasil. Maka, dokter mungkin akan menyarankan beberapa prosedur pembedahan seperti Fundoplication, LINX Device, dan Transoral Incisionless Fundoplication (TIF).

Selain itu, untuk mencegah agar asam lambungmu tidak kumat lagi. Kamu harus tetap mempertahankan pola hidup yang sehat, mengatur pola makan, dan menghindari beberapa jenis makanan atau minuman yang dapat memicu asam lambung.

Tips Agar Kamu Bisa Terhindar dari Penyakit Asam Lambung

Berikut ini ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan supaya kamu terhindar dari penyakit asam lambung ini.

  • Cobalah untuk menghindari makanan pemicu asam lambung. Seperti makanan pedas, junk food, makanan yang terlalu kecut atau asam, atau makanan-makanan tidak sehat lainnya. Kamu boleh mengkonsumsinya kok, asalkan tidak berlebihan. Menghindari makanan tersebut akan jadi cara terbaik untukmu agar terhindar dari penyakit GERD.
  • Manajemen pikiran alias kelola stressmu dengan baik.
  • Hindari makan ketika akan tidur. Setidaknya, makan malammu harus berjarak +- 3 jam dari waktu tidurmu.
  • Konsumsi makanan dengan porsi secukupnya saja. Jangan berlebihan.
  • Atur jam makan.
  • Jangan langsung berbaring setelah makan.
  • Jaga berat badan idealmu.
  • Cobalah untuk menerapkan pola hidup sehat. Dengan tidak merokok, mengkonsumsi minuman beralkohol, atau sering begadang.
  • Jangan menggunakan pakaian yang terlalu ketat. Utamanya yang dapat menekan perutmu.

 Itulah beberapa pembahasan seputar penyakit GERD. Meskipun terbilang penyakit yang cukup umum, namun kamu sama sekali tak boleh menyepelekan penyakit satu ini. Jika dirasa ada gejala GERD yang mulai timbul. Sebaiknya segeralah melakukan pemeriksaan dan obati asam lambung tersebut agar bisa segera sembuh total dan tidak kambuh lagi.

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.